pada hari selasa, tanggal 26 agustus 2008 pukul 10 sampai dengan 12 wib, bertempat di sma negeri 1 bandung, jalan ir. h. djuanda. no. 93 bandung, akan diselenggarakan talkshow linux goes to school dengan tema "linux untuk pendidikan". kegiatan ini tidak dipungut biaya sedikitpun dan terbuka untuk guru dan siswa sma di bandung dan sekitarnya. bagi yang berminat mengikuti kegiatan, silahkan mengirimkan biodata singkat yang berisi : nama, alamat, sekolah asal, dan telepon yang bisa dihubungi. biodata bisa dikirimkan melalui email ke info@linux2school.org. informasi lebih lanjut, dapat menghubungi yudha di 022-30177225 atau 081573013026.

linux goes to school linux goes to school sendiri adalah kegiatan sosialisasi linux dan perangkat lunak open source untuk dunia pendidikan. diselenggarakan di sma yang terpilih di kota bandung. penggunaan linux dan perangkat lunak open source sendiri memang sangat dianjurkan oleh pemerintah melalui gerakan indonesia go open source yang dicanangkan oleh 5 kementerian indonesia pada tahun 2004. selain menekan biaya pengadaan perangkat lunak untuk pendidikan hingga 100%, perangkat lunak open source juga lebih lengkap dan lebih mampu membantu siswa dalam belajar dengan kurikulum yang sangat variatif dan menyenangkan.

31 Juli 2008

Pahlawan itu Kreatif dan Punya Inisiatif

posted by Yudha P Sunandar

Sumber: ratm.web.idDi mata anak Sekolah Dasar, seorang pahlawan merupakan sosok pemberani yang bertempur di medan laga. Pantang menyerah serta bertekad membawa kebaikan untuk banyak orang, merupakan sifat lainnya yang selalu diidentikan kepada pahlawan.

Pandangan tentang pahlawan di atas, tidaklah salah. Tapi seringkali orang melupakan dua sifat penting yang membuat orang bisa menjadi pahlawan. Kedua sifat itu adalah inisiatif dan kreatif.

Inisiatif dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sama dengan Prakarsa yang berarti tindakan mula-mula yang dimunculkan oleh seseorang. Tanpa inisiatif, dunia dengan kecanggihan teknologi dan tatanan kebudayaan yang lebih maju seperti sekarang ini, tidak akan pernah terwujud. Sifat kedua yang perlu dimiliki pahlawan adalah sifat Kreatif. Dalam Bahasa Indonesia, kreatif berarti memiliki kemampuan untuk menciptakan. Lengkapnya, kreatif bisa diartikan sebagai memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang unik, baru, dan baik untuk kepentingan bersama.

Inisiatif dan kreatif merupakan dua sifat yang tidak bisa dilepaskan begitu saja dari identitas pahlawan. Bagaimana pun juga, kedua sifat tersebut, ikut andil dalam mewujudkan sosok seorang pahlawan. Bila kita lihat sosok Batman dalam film Batman Begins, diperlihatkan bagaimana Pahlawan Gotham tersebut punya tindakan untuk melawan penjahat Gotham saat tidak ada lagi orang yang mampu dan mau melawan kriminalitas di kota tersebut. Karena punya keterbatasan secara fisik, Bruce Wayne akhirnya mencoba membuat alat-alat canggih untuk membantu aksinya menumpas kejahatan. Dari inisiatif Batman lah kejahatan mulai ditumpas. Dengan sikap kreatif yang dimiliki Batman juga lah, para penjahat takut berbuat kriminal di Gotham.

Sumber: upload.wikimedia.org Gambaran di atas bukanlah semata-mata gambaran pahlawan dalam cerita fiksi, tetapi terjadi di masyarakat kita juga. Tengoklah pada saat zaman perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan dulu. Sifat inisiatif dan kreatif tidak bisa dipisahkan begitu saja dari unsur perjuangan. Mula-mula, para pahlawan mempunyai inisiatif untuk membebaskan bangsanya dari belenggu kolonialisme Belanda. Kemudian, dengan cara-cara yang kreatif, seperti perang gerilya, peristiwa Bandung Lautan Api, dan Konferensi Asia-Afrika, kemerdekaan berhasil direbut dan dipertahankan hingga kini.

Sifat inisiatif dan kreatif bisa dianalogikan dengan mobil. Anggaplah inisiatif adalah mesin penggerak mobil dan kreatif sebagai rodanya. Dengan mesin yang baik dan roda yang baik, mobil bisa berjalan ke tujuan yang dituju oleh supir dan penumpangnya. Tanpa roda dan mesin, atau setidaknya hilang salah satunya, mobil tidak akan bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Bayangkan apabila sifat inisiatif dan kreatif tidak pernah ada, atau setidaknya hilang salah satunya? Batman dan para pejuang kemerdekaan tidak pernah ada untuk menjadi pahlawan. Atau setidaknya apabila hanya ada inisiatif tanpa sifat kreatif. Penumpasan kejahatan oleh Batman dan perebutan kemerdekaan oleh pahlawan tidak akan pernah terwujud sempurna karena ketiadaan cara untuk meraih tujuan. Begitu pula dengan sifat kreatif tanpa inisiatif. Kemerdekaan di indonesia dan hilangnya kejahatan di Gotham hanya ada dalam impian karena tidak ada seorang pun yang memulai untuk mewujudkannya.

Saat ini, sebenarnya Indonesia memerlukan sosok pahlawan dengan kedua sifat di atas. Tidak hanya kreatif, tetapi juga punya inisiatif. Kreatif dengan ide-idenya yang mampu mensejaterahkan rakyat dan berinisiatif untuk mewujudkan ide-idenya yang kreatif.

28 Juli 2008

Narkoba di Antara Kehidupan dan Kematian

posted by Yudha P Sunandar

MaradonaDi era tahun 80-an, muncul seorang bintang sepak bola muda asal Argentina. Seorang pemain yang kini menjadi legenda hidup sepak bola dunia setelah memukau publik persepakbolaan dengan permainannya yang unik dan mampu menaklukan musuh-musuhnya ketika merumput di lapangan hijau.

Adalah Maradona, bintang sepakbola dunia kelahiran Buenos Aires, Argentina, 48 tahun silam. Bintang yang mempunyai nama lengkap Diego Armando Maradona ini, pada tahun 2001 terpilih oleh FIFA sebagai 'Pemain Terbaik Abad Ini' bersama Pele. Golnya pada piala dunia 1986, saat dia berhasil melewati 5 pemain belakang Inggris serta kiper Peter Shilton, dinobatkan sebagai 'Gol Abad Ini' melalui voting oleh FIFA pada tahun 2002.

Namun karir legenda hidup sepak bola ini harus berakhir tragis. Maradona dilarang bermain selama 15 bulan setelah kedapatan mengkonsumsi Kokain pada tahun 1991 dan pada piala dunia tahun 1994. Keadaan ini pada akhirnya membuat Maradona memutuskan untuk pensiun pada 30 oktober 1997 setelah usahanya untuk berkarir kembali gagal. Puncaknya, pada tahun 2004, Maradona hampir meninggal dunia akibat serangan jantung akibat overdosis kokain. Setelah keluar dari rumah sakit, Maradona memutuskan untuk masuk ke klinik penyembuhan ketergantungan narkoba pada tahun 2005.

KokainKisah tragis Maradona adalah salah satu contoh kecil dari hancurnya karir akibat narkoba. Di luar sana, masih ada banyak lagi kisah tragis lainnya akibat bergaul dengan narkoba. Pergaulan yang dapat menjakiti siapapun, dari mulai olahragawan, musisi, seniman, artis, hingga pelajar dan mahasiswa. Kebanyakan dari mereka harus berakhir tragis di pusat rehabilitasi orang-orang yang memiliki ketergantungan dengan narkoba. Bahkan, tak jarang beberapa diantaranya meninggal akibat overdosis mengkonsumsi narkoba. Rasa putus asa, bingung, tertekan, dan malas, kerap kali menghampiri mereka sehingga kesempatan untuk berkarir kembali sangat kecil peluangnya. Akibatnya, mereka hanya menjadi benalu dan sampah masyarakat.

Di Indonesia sendiri, angka pengguna narkoba diperkirakan telah mencapai 3,2 juta orang atau sekitar 1,5 persen dari jumlah penduduk nasional. Dari jumlah tersebut, 800 ribu diantaranya menggunakan jarum suntik dan 60 persen diantaranya diduga terjangkit HIV/AIDS. lebih dari itu, 15 ribu nyawa per tahun yang setara dengan 41 nyawa per hari, harus mati sia-sia akibat pengaruh narkoba. Angka ini masih akan terus bertambah seiring bertambahnya pengguna narkoba dari tahun ke tahun.

Dampak negatif yang ditimbulkan oleh narkoba memang sangat besar dan kompleks. Secara ekonomi saja, Badan Narkotika Nasional memperkirakan masyarakat telah mengalami kerugian hingga 23,6 triliun rupiah dengan 11,36 triliun rupiah diantaranya sia-sia hanya untuk belanja narkoba. Hal ini tidak termasuk kerugian yang tidak bisa dihitung secara finansial seperti kerusakan otak dan komplikasi medis berupa kelainan paru-paru, liver, hepatitis, dan penularan HIV/AIDS. Secara sosial, akibat yang ditimbulkan pun bisa berdampak sangat besar dan mengganggu hingga membahayakan, seperti tindakan kriminal, kekerasan, kecelakaan lalu lintas, hingga turunnya produktivitas kerja dan pengangguran.

NarkobaMelihat banyak dan beragam serta besarnya dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba, tentunya membuat kita harus berpikir ulang, apakah narkoba merupakan barang yang wajar untuk kita konsumsi? Kerugian yang dihasilkan pun bukan hanya akan dialami oleh masyarakat semata, tapi diri sendiri. Berbagai sikap buruk yang dapat menurunkan kualitas hidup serta penyakit yang sangat dekat dengan kematian, bisa mencengkram siapa saja yang dekat dengan narkoba. Haruskah kita mengorbankan masa depan kita hanya untuk sebuah barang haram yang tidak punya nilai tambah untuk hidup kita? Rasanya, kehidupan dan masa depan kita masih lebih baik dan menyenangkan dengan teman-teman dan keluarga, bukan dengan narkoba.

26 Juli 2008

Kepedulian + Internet = Masa Depan Cerah Indonesia

posted by Yudha P Sunandar

Sumber: www.kalpin.us/Pendidikan merupakan modal dasar sebuah bangsa. Di balik bangsa-bangsa yang maju, dilatarbelakangi oleh pendidikan yang bermutu. Tengok saja negara tetangga kita, Malaysia. Pada era tahun 80-an pasca merdekanya negara tersebut, mereka dengan giatnya mengimpor tenaga pengajar dari Indonesia. Setelah 20 tahun berlalu, kini negara tersebut menjadi salah satu negara termaju di Asia Tenggara. Naasnya, negara tersebut jauh meninggalkan Indonesia, selaku guru bagi Malaysia, yang semakin terpuruk akibat Krisis Moneter tahun 1998.

Salah satu kunci sukses dari majunya negara yang masih serumpun dengan Indonesia ini adalah pendidikan. Di saat Indonesia sedang giat-giatnya memperkuat sektor perekonomian nasional dengan mendatangkan investor ke tanah air, pada saat itu pemerintahan Malaysia justru berpikir bagaimana mencerdaskan masyarakatnya terlebih dahulu. Hasilnya, tatanan kehidupan mereka jauh lebih stabil daripada Indonesia. lebih dari itu, kestabilan sosial ini turut mencerahkan perekonomian di negara yang beribu kota Kuala Lumpur tersebut. Bahkan di saat negara- negara Asia Tenggara terkena dampak krisis moneter tahun 1998, Malaysia bisa dengan cepat pulih dan memimpin di depan dalam bidang perekonomian.

Bagaimana dengan Indonesia? Sepuluh tahun sejak jatuhnya iklim perekonomian di tanah air, nampaknya negara ini belum menunjukan gejala akan membaik. Lebih dari itu, krisis multidimensional melanda tanah air, dimulai dari permasalahan ekonomi, sosial, hingga politik yang tiada ujung. Imbasnya, tentu saja ke masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Salah satu bidang yang terkena dampak terbesar adalah pendidikan. Bagaimana tidak. Semenjak goyahnya perekonomian tanah air, biaya pendidikan semakin tak terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah. Tidak hanya biaya untuk bersekolah, tetapi biaya peralatan belajar pun sudah bukan kepalang mahalnya. Tentunya keadaan ini menyebabkan membengkaknya angka anak putus sekolah. Di masa yang akan datang, bila tidak segera diatasi, hal ini memiliki dampak negatif yang sangat besar dan luas, yaitu tidak adanya penerus bangsa.

Sumber: i301.photobucket.comSejalan dengan itu, teknologi global dunia terus mengalami kemajuan, khususnya teknologi informasi. Terobosan demi terobosan mulai tercipta yang berimbas langsung pada rendahnya ongkos produksi sebuah produk. Ujung-ujungnya, harga produk teknologi informasi menjadi murah dan terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah. Selain itu, akses internet yang menghubungkan seluruh dunia dalam layar monitor komputer, semakin mudah saja didapat. Hasilnya, teknologi kini sudah dapat dinikmati di depan mata.

Di sisi lain, masyarakat yang merasa mampu, mulai peduli dengan keadaan saudara-saudaranya yang tidak mempunyai kesempatan menikmati pendidikan. Perlahan demi perlahan, masyarakat mampu dan peduli ini, mulai menyediakan sarana dan prasarana untuk belajar anak-anak kurang mampu. Sekolah terbuka, merupakan salah satu alat yang disediakan untuk mencerdaskan anak-anak yang sebenarnya cerdas dan mau bersekolah, tapi dengan ketiadaan biaya.

Sumber: www.igoscenter.orgDengan memanfaatkan kedua hal ini, yaitu akses internet murah dan sarana sekolah terbuka, sebenarnya permasalahan pendidikan di Indonesia dapat dengan mudah diatasi. Ditambah lagi dengan mulai bertebarannya portal-portal yang menyediakan pelajaran gratis di internet, seperti Crayonpedia.org, membuat belajar bukanlah hal yang sulit dan mahal bagi masyarakat menengah ke bawah.

Kini, dengan menggabungkan antara kepedulian kalangan berada yang dipadukan dengan kekuatan akses informasi internet, kebodohan bukan lagi hambatan untuk memajukan negara tercinta ini. Marilah kita bersama-sama membangun kestabilan sosial dan ekonomi di negara ini dengan pendidikan berasaskan kepedulian dan teknologi. Tekad kita bersama saat ini, merupakan harapan untuk indonesia yang lebih baik lagi.